Malingering

Malingering merupakan perilaku yang disengaja untuk menciptakan dan menampilkan simptom fisik atau psikologis yang palsu atau sangat dilebih2kan. Individu selalu melakukannya untuk memperoleh keuntungan eksternal, yaitu:

  1. Untuk menghindari situasi yang sulit atau berbahaya, menghindari tanggung jawab atau hukuman.
  2. Memperoleh kompensasi, kamar atau tempat tinggal gratis, persediaan obat atau perlindungan dari polisi
  3. Untuk membalas ketika pasien mengalami rasa bersalah atau penderitaan karena kehilangan finansial, menjalani hukuman legal, atau kehilangan pekerjaan.

Gangguan ini dimunculkan sendiri oleh penderita (volunteer) untuk tujuan memperoleh keuntungan sekunder (mis: lepas dari hukuman). Dalam hukum, ini seringkali ini terjadi pada tersangka, agar ia dinyatakan tidak bersalah dengan alasan kegilaan. Penderita mungkin benar2 mengalami kelainan organik, namun tidak sesuai dengan yang dikatakannya (dilebih-lebihkan). Mis: seseorang yang terserempet mobil, mengalami sedikit luka di lengan. Namun ia mengatakan bahwa tangannya patah karena kejadian tersebut guna memperoleh ganti rugi yang besar dari pemilik mobil.

Damang Averroes Al-Khawarizmi

Alumni Magister Hukum Universitas Muslim Indonesia, Menulis Buku Diantaranya: “Asas & Dasar-Dasar Ilmu Hukum,” Yogyakarta: Genta Press, 2017; “Carut-Marut Pilkada Serentak 2015,” Makassar: Philosophia Press, 2016; Menetak Sunyi (Kumpulan Cerpen), Makassar: Arus Media, 2013.

You may also like...