Partai Kesandung Sapi (PKS)

Sumber: sindonews.com

Parlemen, para politisi kita. Para elit politik dalam lingkaran partai politik selalu disematkan. Melakukan transaksi kotor dengan para pengusaha. Baik melalui permainan mafia anggaran. Maupun surat izin usaha sengaja dikendalikan oleh para politisi untuk melancarkan misinya. Mengumpul dan meraup modal sebesar-besarnya. Maka bukan hal mengherankan jika dikatakan para elit politik senang main politik dagang sapi. Politik transaksional.

Peristiwa inilah yang menimpa petinggi PKS  Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) akhirnya tersandung korupsi. Dan menyeret namanya sebagai orang besar dalam Partai Bulan Sabit Kembar itu, dalam pusaran korupsi di sektor kuota impor daging sapi.

Jika kita cermati, sebenarnya isu korupsi yang melibatkan para elit partai, termasuk dalam kasus Impor daging sapi. Sudah lama meyeruak di media online. Bagi yang sering mencermati Twiter Triomacan2000 (yang kini berganti nama menjadi Burunghantu @adeayu). Akun twitter siluman ini sudah lama membongkar. Korupsi di bidang impor daging sapi yang melibatkan beberapa elit PKS.

PKS Tidak PKS Lagi

Tapi itu hanya desas-desus, selalu dikatakan bahwa akun twiter triomacan2000 adalah akun provokasi yang tidak pernah memiliki data yang valid. Tapi dibalik itu semua, celotehan Triomacan2000 kira-kira diakhir tahun 2012 lalu. Ada juga yang terbukti kalau Partai Keadilan Sejahter rupanya juga bukan partai yang bersih-bersih amat. Salahkah jika kita mengatakan kalau partai yang mengaku-ngaku bersih itu. Kina berubah wujud jadi setan ?

Partai Keadilan Sejahtera bukan lagi partai yang adil dan sejahtera, setelah LHI disergap di rumahnya dan hari ini berada dalam tahanan KPK. Stigma telah melekat dalam nama Partai Keadilan Sejahtera sebagai Partai Kesandung Sapi. Partai Keadilan Sejahtera Oh PKS, apakah kau masih bersih, atau kau hanya penipu rakyat yang sejajar dengan partai-parti lainnya.

Malaikat-malaikat Partai Keadilan Sejahtera kini berganti jubah, berganti baju iblis. Dengan syahwat duniawi melibas dan menggarong uang Negara. Dengan membatasi daging impor hanya untuk perusahan yang dapat menutup mulut para kyai-kyai dadakannya. Terlaknatlah partai yang sok iman itu, partai yang sok bersih, partai yang sok moral. Termasuk  politisnya yang pernah keciprat membuka situs porno di ruang terhormat, nan mulia di Senayan. Kini kader-kader Partai Keadilan Sejahterajadi kumpulan para setan biadab semua.

Maka tepatlah kiranya jika kita mencermati lirik seorang intelektual besar Mesir, Muhammad Abduh, berkata lirih, “Audzubillah min alsiyasah wa al-siyasiyyin” (Saya berlindung dari godaan politik dan kaum politisi). Karena para politisi yang mengaku sok imanpun kini telah dihantam sunami impor daging sapi.

Politik memang adalah sebuah taktik, tapi bukanlah taktik kotor sebagaimana Partai Keadilan Sejahtera yang memakai gaya Machivellian, menghalalkan segala cara untuk menumpuk modal, agar partainya bisa merangkang. Naik di peringkat tiga pada pemilu 2014, yang tersisa tinggal 1 Tahun setengah bulan ke depan.

Gara-gara kesandung sapi, PKS-pun kini siap-siap menuai hasilnya. Ketika semua kadernya “kecewa” lari dan tak mau disebut sebagi PKS.

Ironi dan ironi, ketika kita melihat banyak kader-kader PKS di tingkat bawah yang bekerja dengan Ikhlas, rela menyumbangkan dana, tenaga, dan waktunya untuk partai yang dipujinya. namun akhirnya berakhir.  Ketika mereka semua pada dikecewakan oleh petinggi besar partainya.

Gara-gara kesandung daging impor ini pulalah. Yang akan menobatkan Partai Keadilan Sejahter sebagai partai yang siap-siap kalah. Jika tidak cepat berbenah diri. Dengan melakukan terobosan radikal dalam mengembalikan elektabilitas partainya.

Di tengah bangsa ini yang  berada dalam Krisis partai intelektual yang bersih. Akhirnya Partai Keadilan Sejahtera juga sama tinggi syahwat kuasanya. Dengan partai-partai korup lalinnya.

Kita semua yang pernah kagum dengan sistem kaderisasi Partai Keadilan Sejahter. Yang berakar sebagai partai dakwah. Dari lorong-lorong kampus hingga keluar para politisinya di senayan.  Awal bulan ini telah berubah haluan menjadi 90 derajat. Menggunakan gaya Machiavelli, setan di atas setan.

Lebih paranya lagi jika memang, isu yang terendus di media yang berinisial MR, yang menemani AF dalam penerimaan uang dari perusahaan PT Indoguna. Jika Mahasiswi tersebut sengaja juga digunakan untuk gratifikasi seks bagi orang-orang besar Partai Keadilan Sejahter. Nauzubillahi minzol, semoga saja tidak. Namun  jika memang benar itu adanya, demoralisasi Partai Keadilan Sejahter benar-benar kian merosot.

Korupsi saja, akan mempengaruhi basis massa partainya. Apalagi jika sudah berada dalam ajang nista ala gratifikasi seks. Inilah saat kita mengatakan jua.  Partai Keadilan Sejahter, telah menjual Islam, telah menjual Tuhan untuk menumpuk kekuasaan dan syahwat duniawi saja.

Memang terlalu munafik bagi saya. Kalau saya mengatakan PKS sedari dulu selalu saja mengaku bersih, peduli, beriman. Namun pada akhirnya juga berafiliasi dengan ideologi lain. Terkesan nasionalis, namun juga masih takut melepaskan identitas Islamnya.

Parahnya Partai Keadilan Sejahter dikenal sebagai partai dakwah, partai kader kemudian juga merekrut kader dari kalangan nonmuslim. Menjadikan partai bulan sabit kembar itu, tidak jelas kemana ideologinya berlabuh.

Saat ini kita tinggal mengelus dada. Sambil mengusap muka. Tidak ada yang dapat mengatakan dirinya bersih, jujur, tidak korupsi. Aku partai surga. Karena simbol-simbol itu adalah simbol Tuhan yang tidak dapat diklaim dan dinilai dengan angka-angka. Selayaknya mengamati nilai dari hasil ujian yang tertulis di dalam lapor/ ijazah kita.

PKS terlalu naïf, telah mendekreditkan diri sebagai partai Tuhan, partai malaikat, yang sangat bersih, mustahil berdosa. Akhirnya gara-gara kesandung daging sapi Impor. Partai Keadilan Sejahtera tidak lebih dari parati yang berwajah setan.

Saya sarankan kepada pembaca. Mulai hari ini mari kita lupakan saja. Bahwa ada partai yang benar-benar bersih ! Apalagi PKS. Sebagai kader  sejati Partai Keadilan Sejahtera.  Jika anda tetap memilih dan hidup dipartai setan itu. Siap-siap anda juga semua akan digiring ke dalam jurang tepi nista, api neraka. Karena boleh jadi partai yang sangat tahu ayat-ayat Tuhan. Tapi mempermainkan ayat Tuhan, lalu menggarong uang rakyat. Dialah partai yang paling biadab, sepanjang zaman. PKS lagi-lagi sayang sekali, kini kau menjadi partai kesandung sapi.

Mungkin teman-teman setan anda tertawa di sana. “Kok sapi yang dikorupsi, sehina itukah dirimu. Lihat dong partai saya yang korupsi dana atlet, dana century, dana BLBI, korupsi yang terhormat dong”!!!

 

Damang

Mahasiswa PPS Fakultas Hukum UMI Makassar, Research Associate Republik Institute & Owner negarahukum.com. Sering menulis di beberapa harian lokal (Fajar, Tribun Timur, Gorontalo Post, & Manado Post), pernah dimuat ontologi cerpennya dalam "Menetak Sunyi" Yogyakarta: Litera. 2014.

You may also like...