Unsur-unsur Tindak Pidana

Dari  perbedaan  pendapat  mengenai  penafsiran  istilah  strafbaarfeit  oleh  para  ahli  hukum  pidana,  maka  menurut Sianturi (1986: 209) dikenal  adanya  2  (dua)  pandangan  mengenai  unsur-unsur  delik.

Pandangan  Monistis/ monisme

Pandangan  ini  merumuskan  unsur-unsur  delik  sebagai  berikut:

  1. Mencocoki  rumusan  delik.
  2. Ada  sifat  melawan  hukum.
  3. Ada  kesalahan  yang  terdiri  dari  dolus  dan  culpa  dan  tidak  ada  alasan  pemaaf.
  4. Dapat  dipertanggungjawabkan.

Jadi  apabila  salah  satu  unsur  di  atas  tidak  terpenuhi  maka  seseorang  tidak  dapat  dipidana  atau  dengan  kata  lain  tidak  ada  delik.

Pandangan  Dualistis/ Dualisme

Pandangan  ini  disebut  juga  aliran  modern  dan  berpendapat  bahwa  syarat-syarat  pemidanaan  terdiri  atas  perbuatan  atau  pembuat  yang  masing-masing  memiliki  unsur  sebagai  berikut:

1. Unsur-unsur  yang  termasuk  perbuatan  adalah:

-  Mencocoki  rumusan  delik

-  Ada  sifat  melawan  hukum  (tidak  ada  alasan  pembenar)

2. Unsur-unsur  yang  termasuk  pembuat  adalah:

-  Kesalahan  (dolus  dan  culpa)

- Dapat  dipertanggungjawabkan  (tidak  ada  alasan  pemaaf)

 

 

Damang, S.H.

Penulis lahir di Sinjai 25 Juli 1986, dengan nama pena Damang Averroes Al-Khawarizmi, Pernah Kuliah Di FH UNHAS (saksi 2004) anak dari seorang Ibu yang single parent, anak ketiga dari empat bersaudara, saat ini pekerjaan kesehariannya hanya menulis, dan mengirim artikel ke beberapa harian Fajar, Tribun Timur (Makassar), dan Gorontalo Post, dan Beberapa Cerpennya juga sering dimuat diharian Lokal, Pernah menjadi Tenaga Pengajar di Unisan Gorontalo, Penulis juga adalah pemilik utama (Co-Ownerr) negarahukum.com. Beberapa Tulisannya juga dapat dijumpai di alamat ini (damang.web.id/, dmgsastra.multiply.com, damang.webs.com). Penulis sering juga Membawa materi seminar di Beberapa Perguruan Tinggi di Makassar

You may also like...